Monday, May 20, 2013

Bintang 39: Aku Bertanam, Maka Aku Memanen

“Bahwa tidak ada yang orang dapatkan, melainkan yang ia usahakan.”
(QS. An Najm:39)
Hingga detik ini, ada dua hal yang terpikirkan olehku setelah membaca ayat di atas di bukunya Ary Ginanjar tentang ESQ. Keduanya tidak muncul bersamaan, melainkan satu per satu, mungkin selisih dua menit.
Pikiran pertama yang terlintas adalah hal yang menyangkut diri saya sendiri yang sering mengalami saat-saat have no money at all. Ketika membaca ayat tersebut saya merasa sangat tersindir. Bukan salah Tuhan tidak memberiku uang meski aku mengharap padaNya dengan sangat dan berkali-kali, bukan salah orangtuaku yang (mungkin) terganggu dengan permintaanku akan uang, dan bukan salah tempatku bekerja yang sudah jelas-jelas mempunyai waktu tersendiri dalam penggajian pengajarnya. Yang salah adalah diri saya sendiri yang kurang proaktif beraksi mencari karunia Tuhan berupa uang itu. Pekerjaan saya saat ini memang terdengar cukup ‘wah’, tapi tidak cukup ‘wah’ kalau ditilik dari segi salarynya. Saya menyadari hal itu, saya juga menyadari kalau saya sangat perlu memegang jabatan lain, entah sebagai tentor di institusi lain, distributor sebuah produk, kontributor sebuah media, ataupun sebagai founder sebuah perusahaan swasta. Namun, yang terjadi saya tidak cukup berani untuk memulai langkah-langkah produktif. Masih mengandalkan “panggilan” dari institusi-institusi yang saya lamar. Kalau Pak Ippho Santosa, Pak Robert Kiyosaki, Pak Donald Trumph, dan Pak-Pak pengusaha sukses lain mendengar apalagi melihat apa yang kulakukan ini pasti akan geleng-geleng kepala berdecak menyayangkan. Mungkin mereka akan bilang “Ckckckck, sudah membaca buku-buku saya tapi kok masih bermental pengecut seperti itu? Pergi ke laut saja sana! Temui Nyi Roro Kidul apa Lor! Lhoh??
Yah begitulah pemirsa, buku-buku tentang impian-impian, motivasi, berpikir dan bertindak seperti pengusaha, dan tema-tema pengembangan diri lain yang hampir semuanya tentang berwirausaha sudah saya baca (dan sepertinya tidak ada buku yang saya baca berisi tentang bagaimana menjadi pegawai yang baik, melejitkan keuangan dengan menjadi pegawai, ataupun buku-buku lain tentang kepegawaian, bahkan buku tentang kiat menembus tes CPNS). Impian-impian dan target-target sudah saya tulis sedemikian rupa. Niat awal sudah saya bulatkan. Beberapa hal sudah saya mulai. Namun permulaan hanyalah permulaan, tak akan menjadi proses dan hasil, jika tidak ditindaklanjuti dan dijalani. Begitulah yang saya lakukan, just do the begin, hanya memulai, kurang bisa menindaklanjuti apa yang sudah saya mulai. Lagi-lagi mungkin, para ‘guru’ dari perguruan “perbukuan” akan memecat saya dari posisi saya sebagai murid mereka.
Jadi intinya, karena saya tidak berusaha mendapatkan pekerjaan sambilan atau membuat pekerjaan untuk diri saya sendiri, alhasil jadilah saya tidak mendapat uang tambahan. Poor me! Solusinya? Usahakan, maka akan kamu dapatkan.
Hal kedua yang terpikirkan setelah membaca ayat An Najm: 39 ini mengenai salah satu bagian pekerjaan saya sebagai pengajar, yaitu membuat soal ujian. Ada dua opsi tentang pembuatan soal ujian semester: tim atau mandiri. Saya memutuskan untuk membuat soal sendiri untuk kelas yang saya ampu, karena yang saya ajarkan tidak sepenuhnya sama plek dengan modul dari pusat bahasa. Teori yang saya pakai merujuk pada modul tersebut, tetapi contoh-contoh teksnya saya sesuaikan dengan jurusan kelas yang saya pegang. Dengan membuat soal sendiri, saya bisa membuat soal yang sesuai dengan ‘ajaran’ saya di kelas dan tidak perlu khawatir dan kecewa jika soal tidak sesuai dengan yang diharapkan karena pandangan pengajar satu dengan yang lain atas suatu materi yang sama pun kadang bisa berbeda.
Malam itu sebenarnya sedang ada pergolakan batin di diri saya, antara memanfaatkan waktu luang dengan membuat soal ujian atau membaca buku yang (kata orang) spektakuler itu. Saya sudah mendengar sudah lama tentang ESQ dan Ary Ginanjar, tetapi entah kenapa hidayah membaca buku itu (buku ESQnya Pak Ary) baru tertangkap oleh saya saat ini. Sudah ketinggalan berapa abad ya?? Ckckck.. Kembali pada bahasan utama. Jadi kemudian saya memilih untuk membaca dulu, intuisi saya mengatakan barangkali saya menemukan ide untuk soal ujian dari buku ini. Intuisi ini mungkin terdengar tidak nyambung: bagaimana bisa ide untuk soal (teks soal) bahasa Inggris untuk jurusan perbankan syariah ada di buku yang notabene tentang spiritual, emotional, motivational, de es be? Tapi saya yakinkan diri saya, ide itu terletak di mana saja. Justru ide yang ditemukan di luar “habitat aslinya” bisa saja menjadi ide yang out of the box.
Dan ide out of the box itu pun muncul setelah satu menit dua menit merenung tentang “bahwa tiada orang yang dapatkan, selain yang ia usahakan.” Pikiran pertama sudah muncul, pikiran kedua pun menyusul Sebutir soal tercetus: “Tulis sebuah essay tentang ‘bahwa tiada orang yang dapatkan, selain yang ia usahakan (An Najm:39)’ menurut pengetahuan, pemahaman, pendapat, atau pengalaman Anda (minimal 10 kalimat).”
Godgreat! Yes!! Inilah yang saya inginkan! Tanpa harus membuat 20 teks soal berbeda, saya sudah mendapatkannya dalam satu instruksi. Yup, dari awal, saya ingin agar soal tiap siswa berbeda, atau soal sama tetapi memuat jawaban yang berbeda dari setiap siswa. Hal ini saya inginkan karena saya ingin siswa yang saya ajar benar-benar menunjukkan kemampuan dirinya sendiri, bukan kemampuan orang lain yang ia tulis dalam lembar jawabnya. Soal itu juga sebagai sebuah reaksi saya atas kalimat para “guru buku” saya bahwa pendidikan di pendidikan formal tidak mengajarkan hakikat EQ dan SQ melainkan hanya IQ. Pernyataan-pernyataan para guru buku tadi melecut semangat saya untuk mendidik murid-murid saya dengan melibatkan unsur ESQ disamping IQ agar bisa menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik dari pribadi sebelumnya.

1 comment:

  1. Akses mudah ke informasi produk memberikan konsumen pilihan yang lebih baik. Selain dari informasi yang tersedia di toko online, konsumen dapat dengan mudah mencari internet untuk informasi lebih lanjut. Selain itu, mereka dapat mencari review produk dan peringkat yang membantu untuk konsumen dalam membuat keputusan yang bijaksana Aris BW ===
    Belanja di Elevenia Gratis Voucher 1 Juta
    Situs Judi Poker Online dan Domino Online Indonesia Terpercaya
    CahayaQQ.com Agen Poker dan Domino Online Uang Asli Indonesia
    Masterpoker99.com Agen Judi Ceme Blackjack, Agen Poker Domino QQ Online

    ReplyDelete